Menyingkap Rahasia Para Top Manager

Menyingkap Rahasia Para Top Manager

Apa yang membuat sementara orang bisa menjadi pimpinan dan mayoritas yang lain cuma jadi bawahan? Mengapa para top manager dan kaum elit bisa ada di urutan pertama kehidupan dunia dan sebagian besar manusia lainnya tidak? Apa yang membedakan mereka yang berada di posisi puncak dengan mereka yang ada di kelas bawah? Sejak 20 tahun Dr.Dorothee Echter bergumul dengan berbagai pertanyaan tersebut. Dari pekerjaannya sebagai penasehat para top manager dia paham sekali dengan aturan main para papan atas masyarakat karena sehari-hari melihat langsung dari jarak dekat.

Para leader itu harusnya punya sesuatu yang sama, sebab jika tidak, mereka tidak akan ada di posisi ini. Barangsiapa yang ingin termasuk dalam dunia para elit, hendaknya menguasai kode-kode kultur mereka. Kalangan atas ini terkenal dengan pola keuletannya. Dari situlah karir dan kekuasaan mereka berkembang. Mereka ini ada di papan atas dalam lingkaran terbatas. Para top-manager, politisi kelas atas dan anggota dari kaum elit hidup dalam dunia dengan kode-kode budaya tersendiri. Beberapa dari mereka, kendati berkuasa, praktis tidak dikenal di luar lingkungan mereka sendiri. Yang lainnya memanfaatkan publikasi untuk melancarkan tujuan.

Tiga Sifat Utama
Ada 3 inti sifat yang berhasil dijaring Dr.Echter sebagai nilai-nilai paling utama dari orang-orang top tersebut: ATTENTION (perhatian), GENEROSITY (kemurahan hati), dan AFFILIATION (kerja sama). Apa yang memancar dari para pimpinan itu adalah suatu semangat membara di atas rata-rata. Sebuah kekuatan internal sejati, dengan apa mereka dapat menggairahkan manusia di sekitarnya.

Ambisi yang di atas rata-rata itu harusnya begitu kuat, sehingga mereka mampu juga memikulnya melewati waktu yang sulit dan jalan karir yang sedang kering-kerontang. Ditambah lagi sebuah kepastian membara untuk bisa sukses. Hal ini oleh pimpinan pada perusahaan besar akan ditularkan pada dataran manajemen level menengah. Ambisi inilah yang dapat menarik manusia lain. Mereka ini merasakan, betapa pimpinan mengerjakan tugas dengan semangat membara dan idenya seolah mampu membakar yang lain. Kemudian job jajaran manajemen menengah inilah yang menjalankan ide dan visi dari para elit tersebut.

Dr.Echter juga mengamati sifat lainnya para top tersebut. Mereka bekerja dengan ulet, keingin-tahuan mereka sangat ekstrem besar. Begitu pula semangatnya untuk belajar dan menimba pengetahuan baru. Mereka senantiasa mencari dan bertukar know-how dengan sesamanya. Mereka sadar bahwa mereka punya kecerdasan di atas rata-rata. Selain itu mereka ini punya sebuah “antene” (instink) tertentu, yang memungkinkan mereka mengenali setiap sosok pribadi dengan cepat. Dengan cermat mereka mencatat sikap, kepekaan, dan keinginan orang yang diajak bicara. Mereka mampu mendengar dan sanggup memberi pertanyaan menarik.

Asli itu Penting
Jika seseorang bicaranya menjemukan atau semangatnya tidak begitu kuat, jangan harap dia bisa masuk dalam lingkungan para elit tersebut. Tak ada orang di top-manajemen yang ingin kenal dengan seseorang, hanya karena posisinya. Para elit tersebut hanya ingin bertemu dan berteman dengan pribadi menarik yang sama-sama sukses. Tidak harus yang berasal dari bidang sama. Keaslian lebih penting dari kesempurnaan. Kesalahan atau bahkan serakah kecil-kecil cenderung diabaikan oleh para elit tersebut.

Sifat-sifat ini berlaku bagi semua kelompok budaya di dunia. Dalam era global sikap-sikap tersebut berkembang di kalangan paling atas. Dengan demikian terbentuklah suatu komunitas, di mana bukannya kuantitas kenalan yang utama, melainkan intensitas hubungan pribadi. Komunitas ini sangat tinggi dinamikanya, dan terbuka.

Kalangan papan atas ini terbuka bagi masuknya teman-teman baru. Di situ akan bercampur hal-hal pribadi dengan pekerjaan. Yang paling menentukan adalah simpati pribadi dan hubungan antar manusia. Bahwa manager top-level menyempatkan diri naik pesawat hanya untuk menikmati makan malam dengan keluarganya, atau mengundang teman ke sebuah konser, atau pertunjukan lainnya, adalah contoh-contoh kecil dalam hidup mereka sehari-hari. Itu semua bukanlah aktivitas wajib, melainkan simbol dari hubungan yang mendalam. Suatu hubungan, yang membuat rekan bisnis menjadi relasi yang dapat diandalkan. Apa-apa yang utama di sini, adalah kepercayaan yang hidup, yang menciptakan keterdekatan dan kesejahteraan sejati.

Leave a reply

error: Content is protected !!