Benar-benar Lepas

Benar-benar Lepas

Seberapa besar kita harus lepas dari pekerjaan pada waktu liburan, misalnya weekend, agar total istirahat dan mampu segar kembali saat bekerja? Pertanyaan ini diteliti jawabannya oleh tim psikolog yang diketuai oleh Dr. Charlotte Fritz, Assistant Professor  di Industrial/Organizational Psychology dari Portland State University. Tim periset melakukan studinya pada 107 pegawai negeri, teman-teman mereka, dan rekan sekerja.

Hasilnya?
Adalah positif jika orang saat liburan melupakan pekerjaannya. Barangsiapa benar-benar off, akan mendapatkan kesegaran lahir batin yang lebih baik, tidak stres lagi, dan dalam hidupnya bakal lebih puas dibandingkan mereka yang tidak bisa lepas 100% dari job-nya. Saat berlibur, jangan membawa apa pun yang mengingatkan Anda pada pekerjaan di kantor atau perusahaan. Sebagai contoh, jika pekerjaan Anda berhubungan dengan komputer, pastikan laptop ditinggal di rumah.

Tetapi terlalu intensiv sampai lupa total pada pekerjaan juga tidak disarankan oleh Dr. Charlotte. Sebab akan lebih sulit kembali ke situasi keseharian di tempat kerja setelah akhir pekan berlalu. Lebih-lebih sesudah liburan panjang. Saran para peneliti, sebaiknya kita konsekuen melepas diri secara mental dari pekerjaan dan tidak menerima telepon atau SMS. Tidak mengaktifkan mailbox. Tidak berpikir tentang job di kantor. Itu saat berlibur. Total menikmati vakansi dalam suasana yang beda.

Barulah beberapa jam sebelum mulai masuk kantor, seyogjanya dimanfaatkan secara internal untuk persiapan kembali ke dunia kerja. Singkatnya: mengganti modus liburan ke modus kerja. Di fase antara ini, amatlah membantu jika kita menulis tugas-tugas berikutnya saat di tempat kerja nanti. Bagaimana kondisi aktual sebelum berlibur. Apa rencana berikutnya di tempat kerja. Dengan cara ini, efek-efek positif waktu berlibur akan tersimpan indah dalam kenangan. Semua efek negatif akan tersingkir dengan sendirinya.

Leave a reply

error: Content is protected !!