Ber-internet-ria Dalam Pesawat

Ber-internet-ria Dalam Pesawat

Mungkinkah para penumpang bisa menerima dan mengirim SMS, utak-utik halaman Facebook, atau membalas email dalam pesawat yang sedang melaju di atas awan? Jawab: ya dan belum. Lho? Sekarang, bulan Februari 2011, belum ada maskapai yang menyediakan layanan ini. Tapi tidak lama lagi ke internet dalam kabin penumpang bakal menjadi peristiwa biasa. Suatu teknologi paling gres akan memungkinkannya.

Tahun 2004 silam sudah ada maskapai yang menyediakan layanan ke internet bagi para penumpangnya yang sedang mengudara. Namun biaya yang dikeluarkan sebuah maskapai bagi tujuan itu amat mahal. Sekitar USD 500.000 untuk setiap pesawat harus diinvestasikan. Oleh sebab itu sistem mahal ini tak punya banyak pelanggan sehingga akhirnya wafat sendiri pada tahun 2006.

Baru-baru ini sebuah teknologi murah muncul guna menyediakan layanan internet dalam pesawat bagi para penumpangnya. Di Amerika Utara konon diciptakan suatu sistem yang berhubungan dengan BTS (Base Transceiver Station) di daratan. Sinyal dipancarkan dari daratan ke atas. Teknologi sebelumnya justru terbalik, sinyal dari pesawat ke daratan. Sebuah alat penerima dipasang di bagian bawah pesawat, lalu mengedarkan sinyal ke dalam kabin penumpang dengan sistem WLAN (Wireless Local Area Network).

Jika pesawat sedang terbang di atas samudera, maka sinyal akan diterima melalui satelit yang sedang mengorbit. Maskapai Jerman Lufthansa boleh jadi akan menjadi maskapai pertama di dunia yang menerapkan teknologi ini dalam penerbangan antar benua yang melintasi samudera. Penumpang dengan laptop atau smartphone mereka dapat ber-internet-ria menggunakan sistem VPN (Virual Private Network) milik Lufthansa. Pengiriman (dan menerima) SMS juga dimungkinkan. Supaya penumpang pesawat dapat menerima dan mengirim email, masuk ke facebook, atau mengirim SMS, dibutuhkan teknologi khusus. Sinyalnya dikirim dan diterima melalui gelombang radio, sebagaimana pemancar sinyal televisi. Komputer penumpang akan menterjemahkan data menjadi sinyal radio yang diteruskan ke antene BTS di daratan.

Semua itu hanya berfungsi jika hubungan dengan satelit tidak terputus atau terhalang oleh, misalnya, awan. Jika tidak terjadi  hubungan lagi, maka akan otomatis dialihkan ke satelit terdekat yang masih bisa tampak. Hubungan bisa kritis jika pesawat terbang melintasi kutub, utara atau selatan. Sebab para satelit  itu mengorbit bumi di atas katulistiwa.

Leave a reply

error: Content is protected !!