SEMBILAN BARANG & HAL YANG BAKAL RONTOK

SEMBILAN BARANG & HAL YANG BAKAL RONTOK

Kecepatan majunya teknologi membuat beberapa barang cepat usang. Masih ingat zaman keemasan benda elektronik kecil yang bernama “pager” tahun 1990-an? Sarana kebanggaan para penjual ini menjadi status simbol high-tech, kendati para penyandangnya harus siap setiap waktu dipanggil sang juragan. Siap mencari pesawat telepon terdekat. Hanya 4 tahun pager mengalami masa jaya dan langsung rontok tatkala handphone mulai berukuran kecil dengan harga yang semakin murah. Konon usia handphone pun telah bisa kita hitung dengan 10 jari tangan, manakala tiba saatnya yang (sekarang) oleh para penelitinya diberi nama kode “diagram interface”, suatu tampilan yang tiba-tiba muncul dari lengan kita. Itulah handphone + laptop + Ipad/phone + eReader + radio + televisi (all-in-one) sekitar tahun 2020. Benda-benda di bawah ini bakal lenyap dari peredaran. Tinggal menunggu waktu, kapan dia cuma ada di museum atau kenangan kita belaka.

1. Monitor CRT
Monitor ini berukuran gemuk dan boros daya listrik. Penggantinya adalah monitor jenis LCD yang pipih dan hemat energi. Kendati di pasaran sudah ada monitor jenis LED dengan gambar lebih tajam, namun soal perbedaan harga akan membuat tipe LCD masih bertahan beberapa tahun lagi.

2. Surat yang Ditulis Tangan
Pada zaman internat dan dunia yang online serba cepat ini semakin jarang orang menulis surat dan dimasukkan amplop untuk dikirim via pos. Isi kotak surat sekarang ini mayoritasnya surat tagihan dan lembar iklan. Luapan asmara kian sering dikirim lewat SMS atau email. Lembaran kertas penuh guratan cinta sudah ketinggalan zaman. Kuno.

3. Lampu Pijar
Lampu ini boros listrik dan gampang putus, diganti oleh lampu hemat energi. Setidaknya lampu hemat energi akan bertahan paling lama 5 tahun, karena akan tergantikan dengan lampu LED yang jauh lebih efisien dan tahan lama.

4. Kartu Pos
Dahulu kala hukumnya wajib untuk mengirim berita cuti lewat kartu pos. Standar tulisannya “Salam dari…” atau “Liburan ini sangat indah…” yang bakal jadi kenangan masa silam. Kabar-kabari saat ini cukup lewat hp atau facebook.

5. Foto  Tercetak
Tak lama lagi foto yang tercetak akan menjadi pajangan di museum. Beginilah dahulu kala, saat mengenang orang tercinta lewat foto. Foto tahun 60-an yang sudah menguning dan mengelupas di sana-sini akan menjadi barang kenangan indah. Sejak tahun 2005 foto disimpan dalam bentuk digital dan chip-card. Foto merupakan arsip di komputer. Mau melihat? Nyalakan laptop dulu. Tentu dengan risiko seandainya oleh satu dan lain hal harddisk-nya terformat atau rusak. Hilang pula semua foto di dalamnya.

6. Buku Leksikon dan Kamus
Buku yang terisi pengetahuan akan menjadi milik mereka yang nostalgi atau pecinta buku, semacam barang antik. Zaman sudah berubah. Pengetahuan apa pun tersedia di internet. Teknologi telah menghadirkan eReader yang mampu menyimpan puluhan ribu bahkan jutaan buku, tergantung memori dan/atau harddisk di dalamnya. Buku dalam wujud kertas tercetak bakal sirna di pasaran. Nantinya toko buku (online) akan menyediakan pengetahuan yang bisa diunduh. Buku dalam bentuk cetakan akan tetap ada, namun jumlahnya menyusut drastis.

7. CD alias Compact Disk
Media penyimpan jenis CD atau DVD juga menyusul lenyap, tergantikan oleh flash-memory dan harddisk yang kian kecil fisiknya dan semakin besar kapasitas penyimpanannya. Musik dan video akan menempati media peyimpan baru ini. Ada perkecualian, yaitu piringan hitam atau gramophon, yang tetap digemari oleh kalangan menengah atas. Nostalgi masa lalu.

8. Telepon Rumah
Dengan kian murahnya telekomunikasi lewat hp, sulit agaknya mempertahankan telepon rumah. Apalagi di zaman ini hampir tak ada orang pada waktu jam kerja. Bapak dan ibu sedang bekerja di luar rumah. Anak-anak sedang sekolah atau kuliah. Hubungan lewat hp jauh lebih mudah dan murah. Detik-detik terakhir eksistensi telepon rumah bisa dihitung. Apalagi dering telepon rumah kerap membuat kaget dan stres. Mungkin tagihan sedang datang. Dengan hp jauh lebih mudah. Buat aja dia ini silence. Selesai.

9. Teman Sejati
Kata “teman” dalam era facebook saat ini semakin pudar nilai yang sebenarnya. Pertemanan sekarang diartikan jika kita bisa berhubungan dengan siapa pun: pendekar atau bandit. Siapa yang tahu? Klik aku, dan aku akan klik kamu. Dapatkah seseorang punya teman lebih dari 200 orang? Lantas apa makna teman sejati di sini? Lebih dari 95% peserta atau anggota atau pengikut facebook ramai-ramai upload apa pun yang bisa ditayangkan. Foto, musik, video, catatan ini itu, doa, curhat, rayuan, tipuan, iklan, gambar dan lainnya. Begitu mudahnya menjadi teman dalam nuansa “add me’. Lebih dari 560 juta manusia sudah jadi teman dalam sistem viral di jejaring ini, dengan tendensi kian meningkat tajam. Tak heran nilai saham Facebook juga naik secara gila-gilaan. Di zaman serba kesepian dan kerasnya hidup, facebook menjadi hiburan yang luar biasa.

Leave a reply

error: Content is protected !!