Keliru yang Mendunia

Keliru yang Mendunia

Bumi ini datar, demikian ujar filsuf Mesir Ptolomeus. Siapa berani membantah? Ribuan tahun Weltanschauung alias pendapat dunia tersebut berkuasa. Socrates harus tewas minum racun gara-gara menyatakan bahwa bumi tidak datar. Bahkan biarawan Giordano Bruno harus mati dibakar hidup-hidup tahun 1600 karena menyatakan bahwa jagad raya ini tak terhingga dalam ruang dan waktu. Bahwa kita berkaitan satu sama lain. Jagad raya terdiri dari tak terhingga banyaknya tata surya. Kebenaran ini harus ditebus dengan nyawa. Kebenaran jadi pudar berhadapan dengan fanatisme dan orang-orang pandir yang merasa diri pandai.

Armada Spanyol mampu mengalahkan angkatan laut Inggris Raya, demikian keyakinan Raja Philipp II dari Spanyol pada tahun 1588. Ia yakin punya cukup kapal perang dan tentara untuk menggulingkan Ratu Inggris. Lantas keluar titahnya untuk menyerbu United Kingdom. Asal tahu saja, armada raksasa Spanyol saat itu menguasai lautan dunia. Dengan kekuatan yang sangat hebat Raja Philipp II sangat yakin dapat menang perang. Total ada 130 kapal perang besar dengan lebih dari 2400 meriam dan 26.000 marinir berlayar ke utara. Ternyata sang raja keliru besar. Angin kencang di ujung selat Inggris membuat angkatan laut Spanyol kacau balau. Armada raksasa itu ternyata kalah gesit oleh armada Inggris yang kapalnya lebih ramping sehingga bisa bergerak lebih cepat. Hanya 60 kapal yang tersisa dan berhasil balik ke Spanyol. Lebih dari 14.000 tentara Spanyol tewas. Itulah awal dari akhir kejayaan Spanyol sebagai raja lautan.

Kapal Titanic tidak bisa tenggelam, demikian pendapat banyak orang di zamannya, ketika menyaksikan kapal raksasa ini sedang bersandar di dermaga, siap berlayar perdana ke AS. Bayangkan saja, Titanic sebagai kapal terbesar masa itu, panjangnya 269 meter dengan lebar 28 meter. Tingginya? Sekitar 58 meter atau nyaris sama dengan tinggi gedung 15 lantai! Konstruksi Titanic yang kedap air dan berkantong baja itu dianggap sebagai benda terapung yang mustahil untuk tenggelam. Namun takdir berkata lain. Seperti yang ditulis di sebuah novel puluhan tahun sebelumnya, Titanic menabrak gunung es pada tanggal 14 April 1912 menjelang tengah malam. Pelayaran perdana itu sekaligus menjadi perjalanannya yang terakhir. Kapal terbesar dengan bobot 300.000 ton itu menyentuh dasar Samudera Atlantik bagian utara bersama 1.517 penumpangnya.

Kokain itu obat, ujar dr.Sigmund Freud (1856-1939), dan menjadi sarana penyembuh histeri, depresi, lemah saraf, kurang darah, dan tbc. Freud sendiri memakai kokain untuk menyembuhkan sakit lambung yang ia derita. Rekannya, dr.Fleischl, yang sedang kecanduan morpium juga ia obati dengan kokain. Sepuluh hari lamanya. Keberhasilan itu diklaim sebagai sukses besar kokain melawan kecanduan. Tapi justru sebaliknya yang terjadi. Fleischl meninggal karena kecanduan kokain. Demikian pula banyak orang lain.

Alaska tidak ada harganya. Karena itu Rusia menjual Alaska ke AS seharga USD 7,2 juta. Semua orang menganggap Alaska sebagai tanah tak berharga. Iklimnya sangat dingin dan banyak gletser di sana. Itulah kekeliruan yang amat sangat besar sekali. Hari ini hasil minyak bumi Alaska yang disedot 1 hari saja sudah melebihi harga jual yang cuma USD 7,2 juta tersebut.

Bom atom ini tidak akan diledakkan, demikian penjelasan Admiral AS William Leachy awal 1945 di hadapan Presiden Harry S.Truman. Beberapa bulan kemudian, tanggal 6 Agustus 1945 bom atom yang diberi nama “Little Boy” menghancurkan kota Hiroshima. Minimal 155.000 orang tewas seketika akibat tekanan dahsyat dan panas yang mencapai 1 juta derajat. Lebih dari 110.000 orang meninggal di minggu berikutnya karena radiasi. Tiga hari kemudian menyusul kota Nagasaki yang hancur gara-gara ledakan sebuah bom atom.

Leave a reply

error: Content is protected !!