Rahasia Menjadi Penjual Paling Top

Rahasia Menjadi Penjual Paling Top

Jika kita berjalan-jalan atau berbelanja ke sebuah mal, hampir dipastikan kita akan dikerubuti oleh para penjual yang menawarkan berbagai barang. Ada yang merayu agar kita berhenti sejenak guna mencoba kursi pijat, ada yang menawarkan kartu kredit, menjual ini itu, dsb. Berbagai trik dilakukan para penjual, mulai dari membawa bingkisan seperti hadiah, iming-iming satu tahun tanpa iuran, gratis nonton di bioskop tertentu, sampai harga promo dengan diskon sampai 75%, dsb.

Namun tidak semua penjual itu berhasil menjual, karena upaya mereka (baca: teknik menjual) belum tentu tepat kena sasaran. Penjual yang satu sukses menjual dan sibuk dengan beberapa calon pembeli, yang lain gatot alias gagal total. Padahal barang yang ditawarkan sama persis. Pakaian keduanya pun sama-sama rapi jali. Rambut juga tersisir kinclong. Kenapa bisa terjadi dua hal yang berbeda?

Jawabannya: penjual yang sukses sangat menikmati saat-saat menawarkan barang dan enjoy dalam percakapan dengan pembeli! Penjual gatot diam-diam punya pikiran, mengapa dia memilih pekerjaan semacam ini. Pikiran terpendam itu secara tidak langsung akan dia bawa saat menghadapi pembeli. Sikap bawah sadarnya sudah menolak untuk menjual. Ini akan terbawa pada sikap sadarnya, antara lain ogahan-ogahan dan tidak serius (tapi santai) saat menawarkan barang.

Studi manajemen penjualan telah membuktikan, sukses seorang penjual sangat tergantung pada sikapnya pribadi, terhadap diri sendiri, pada pekerjaan, dan produk. Sebab penjual yang berkobar-kobar semangatnya untuk menjual, dapat membakar antusiasme calon pembeli.

Studi juga menyatakan, berdasar pengamatan dan riset empirik ada 5 keyakinan dasar yang dimiliki oleh para penjual top di dunia ini.

Keyakinan Pertama: SAYA INI HEBAT
Metode penjualan dapat dipelajari, tanpa batas. Namun jika seorang penjual tidak punya keyakinan “saya bisa, jika saya mau” maka dia tidak bakal menjadi penjual top. Sebab dia akan selalu punya alasan, mengapa yang dia tawarkan tidak terjual. Misalnya, sebab produk yang dia tawarkan terlalu mahal. Atau, sebab pembeli hanya ingin minta informasi melulu. Atau, sebab ini atau itu. Daftar yang namanya alasan akan sangat panjang. Lain halnya dengan penjual yang sukses, dia ini seolah menyatu dengan pekerjaannya. Dia selalu tampil bersemangat, kendati dalam sikon sangat sulit. Karena di situasi tersulit pun pikirannya akan begini “Bagus, sekarang inilah saatnya saya dapat membuktikan kepiawaian saya.”

Keyakinan Kedua: PRODUK YANG SAYA JUAL INI HEBAT
Penjual top senantiasa meyakini kehebatan produk yang dia jual, kendati dia paham betul, bahwa produk para pesaing juga tidak jelek. Dia juga mengerti, bahwa tak ada satu pun produk di dunia ini, dilihat dari semua fitur, yang absolut terbaik. Dengan demikian dia tidak panik manakala ada calon pembeli yang berkata bahwa barang yang dia tawarkan harganya terlalu mahal. Karena dia juga tahu, bahwa harga bukan satu-satunya kriteria calon pembeli. Maka dia akan menjawab dengan rileks “Memang barang ini agak mahal, tetapi ia mampu membuat Anda begini begitu dst ….” Jika reaksi pembeli memuji produk pesaing yang punya beberapa kelebihan, maka penjual top akan menjawab “Betul, ia punya beberapa kelebihan. Tetapi bagi kebutuhan Anda produk kami punya manfaat yang lebih tepat dan jos, seperti ini itu dsb …..”

Keyakinan Ketiga: SAYA SERIUS MENGHADAPI PEMBELI
Penjual top memahami, bahwa pembeli juga manusia yang ingin diterima dan dihargai. Karena itu dia pertama-tama akan menggali informasi mengenai kebutuhan pembeli. Tidak hanya itu. Dia juga akan secara sensitif waspada terhadap situasi dan kondisi kastemer. Contoh: seorang penjual menelepon kastemer saat senja dan mendengar ada ribut-ribut suara anak-anak di ujung sana. Dengan cepat dia akan mengambil inisiatif dan berkata “Maaf, apa sekarang saatnya anak Anda tidur? Bolehkah nanti saja saya menelepon kembali. Saya tahu sebab saya sendiri juga punya 2 anak.” Dengan begitu penjual top berhasil mengumpulkan nilai emosional positif.

Keyakinan Keempat: PERUSAHAANKU HEBAT
Penjual top selalu mengidentifikasi dirinya dengan perusahaan. Dia tahu bahwa dia adalah duta perusahaan. Karena itu caranya berpakaian pun juga necis, rapi, dan sesuai model aktual. Dia tidak akan pernah menjelekkan perusahaannya sendiri. Misalnya dengan berkata demikian “Saya pun tidak mengerti tentang politik harga di perusahaan saya.” Sebab dia tahu, perkataan semacam itu hanya diperlukan oleh penjual loyo. Jika pembeli mengeluhkan soal pelayanan buruk perusahaannya di masa lalu, penjual top akan meminta maaf untuk itu. Dia juga akan menambahkan, bahwa perusahaannya telah belajar dari kesalahan masa lampau dan kerikil-kerikilnya sudah disingkirkan. Dia juga akan menegaskan pada pembeli demikian “Jika terjadi kesalahan yang sama, yang saya percaya tidak bakal terjadi lagi, maka jangan ragu untuk menghubungi saya. Saya pribadi akan bertindak agar Anda puas dengan produk kami.”

Keyakinan Kelima: BERORIENTASI MENJUAL
Penjual top gemar menjual. Artinya: dia tidak hanya memberi saran pada calon pembeli, tapi juga berupaya aktif menutup order penjualan. Misalnya saat semua pertanyaan calon pembeli sudah dijawab, dia akan menambahkan begini (contoh pada penjualan mobil) “Mobil ini betul-betul pilihan tepat. Sebab ia punya cukup tempat bagi keluarga besar. Anda ingin warna tempat duduknya hitam atau biru?” Penjual top menyimpulkan sekali lagi kelebihan produk dan menggiring pembeli pada keputusan lebih lanjut. Di situ dia mensyaratkan adanya kesiapan “ya” dari calon pembeli. Saat-saat semacam inilah yang ditakuti oleh mayoritas para penjual. Tetapi sebenarnya ketakutan itu tak beralasan. Sebab jika calon pembeli sudah menutuskan untuk membeli, maka ia tak ingin terlibat lebih jauh dalam percakapan. Calon pembeli sudah sangat ingin menikmati kegembiraan punya mobil baru.

Leave a reply

error: Content is protected !!