Sebelas Aturan Emas di Rumah Tangga demi Kehidupan yang Sehat & Bahagia

Sebelas Aturan Emas di Rumah Tangga demi Kehidupan yang Sehat & Bahagia

Di negara Eropa pernah dilakukan riset besar-besaran pada awal tahun 2010 mengenai harmonisasi kehidupan di keluarga. Peran teknologi sudah sangat mengurangi perbincangan antar anak dan orang tua, bahkan antar suami isteri. Survei ini diikuti oleh lebih dari 5 ribu responden di beberapa negara selama 3 bulan. Hasil riset sangat mengejutkan. Ternyata di negara sudah maju, sangat jarang ada percakapan intensif antar anggota keluarga. Perumusan yang dilakukan para periset yang sebagian besar psikolog itu kami ringkas menjadi 11 rangkuman. Semoga bermanfaat dan menjadi keluarga sehat yang bahagia!

1. Ciptakan ritual tetap yang dijalani bersama
Anak-anak butuh dan cinta pada ritual alias aturan, juga apabila mereka melakukannya sambil mengomel. Minimal setiap hari ada 2 kali waktu makan, di mana semua anggota keluarga duduk bersama. Ada waktu tertentu yang sudah dipastikan bagi anak untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Ada satu jam waktu keluarga, yang hanya dipakai untuk ngobrol bersama. Aturan itu harus dijaga ketat pelaksanaannya. Orang tualah yang pertama kali membuatnya. Percayalah, anak-anak akan berterima kasih kelak, jika mereka sudah dewasa dan mandiri.

2. Tetaplah Sedikit Egois
Mengapa? Sebab diri sendiri akan dibuat tidak puas, jika selalu berkorban untuk keluarga dan karena itu akan kehilangan rasa percaya diri. Keluarga adalah yang terpenting. Tapi diri sendiri lebih penting. Siapa pun yang menghendaki keluarga sehat tanpa sepercik porsi egoisme, dia akan gagal.

3. Setiap Anggota Keluarga Wajib Berkontribusi Untuk Bersih-bersih
Janganlah yang satu ini senantiasa menjadi tugas mama saja. Anak usia 3 tahun pun sudah mampu memberesi barang mainannya, jika sudah selesai bermain. Papa pun juga mampu untuk menemukan kaos kakinya sendiri. Tidak perlu menyuruh sang isteri untuk mencari dan menemukannya. Mama yang tidak puas adalah sumber neraka bagi papa dan anak-anak. Maka tugas setiap anggota keluarga adalah membuat mama puas!

4. Matikan Televisi
Sebab televisi adalah pembunuh nomor satu bagi kehidupan berkeluarga yang baik. Kita tidak bisa menonton tv sambil berbincang-bincang. Yang paling buruk pada tv ialah menyalakannya saat makan bersama. Jika ini peristiwa normal di keluarga Anda, saatnya berpikir serius bagi kehidupan berkeluarga. Satu televisi di satu rumah tangga adalah lebih dari cukup. Tidak ada alasan meletakkan tv di kamar anak! Jika tamu datang, jangan menyalakan tv. Kunjungan tamu adalah untuk berbincang-bincang, bukan nonton tv atau dvd, sekalipun filmnya Anda anggap bagus!

5. Tunjukkan Respek
Karena merupakan kekerasan terhadap anak, jika mama mengadu pada anaknya soal kelakuan buruk papa. Karena akan menghancurkan karakter, jika anak dibolehkan menganggap ortu bagai barang mainan. Karena adalah sombong dan bodoh jika ortu mendidik anak tanpa respek. Basis bagi kehidupan berkeluarga yang sehat adalah saling respek satu sama lain.

6. Punya Empati Satu Sama Lain
Sebab ortu akan hilang kontak dengan anak-anaknya, jika mereka tidak saling berminat. Tahukah Anda, kelompok musik apa yang paling disukai anak Anda? Apa sih kisah-kisah dibalik band kesayangan anak Anda? Apa bunyi teks lagu yang sering dinyanyikan anak? Ekstremnya: pernahkah Anda memainkan game komputer yang digemari anak? Jika Anda menjawab 4 pertanyaan tadi dengan dua kali tidak, maka Anda dinyatakan kalah. Tentang apa Anda akan bercakap-cakap dengan anak Anda, tiga tahun lagi? Kebersamaan kita dengan anak-anak semasa balita itu tidak akan terulang lagi. Jangan berikan waktu berharga yang cuma sekali seumur hidup ini pada pembantu!

7. Jangan Melupakan Kewajiban Suami-Isteri
Bagus nian, jika mama dan papa berkontribusi penuh dalam pendidikan dan perkembangan anak. Sayangnya hal tersebut juga bisa menjadi pembunuh nomor satu kehidupan suami isteri. Bagaimana mungkin seorang papa punya isteri yang seksi, jika dia ini di ranjang pasutri kerap sibuk mengganti popok bayi. Atau asyik berjam-jam ikut memberi pelajaran sekolah. Jika mama dan papa sudah saling mengabaikan, maka mereka sebetulnya sedang melumpuhkan basis keluarga. Para ortu, jangan abaikan kehidupan cinta kalian!

8. Buatlah Sebanyak Mungkin Acara Bersama
Mengapa? Sebab kehidupan keluarga itu hidup dari kebersamaan. Bagai sinar matahari bagi bunga. Bagai tiupan angin pada layar sebuah kapal. Tak peduli, apakah lewat permainan ular dan tangga, berkemah, berkebun, atau jalan-jalan di mal. Papa, mama, dan anak-anak seyogjanya (sangat dianjurkan) minimal 2 kali seminggu melakukan sesuatu hal secara bersama-sama. Apalagi saat anak masih di usia puber, kebersamaan untuk meraih kebahagiaan berkeluarga itu harus dipaksakan.

9. Mama, Diamlah dan Tutup Mulut
Yang paling membuat anak pusing adalah pertanyaan mama ini “Nah, bagaimana tadi di sekolah?” Yang paling membuat papa sakit kepala adalah pertanyaan mama seperti “Bagaimana tadi di kantor?” Jadi aturan ini sebetulnya untuk mama, sebab anak-anak dan papa ingin dibiarkan sendiri kalau menyangkut dua hal tersebut. Jadi, sebaiknya mama cukup bijak dan hal terbaik adalah tutup mulut.

10. Lebih Mempercayai Anak-anak
Umumnya setiap anak itu lebih maju sekitar 1 sampai 2 tahun daripada anggapan para ortu. Perlindungan berlebihan terhadap anak bakal menghambat tingkat perkembangan anak itu sendiri. Kelak mereka pasti kesulitan untuk mengambil-alih tanggung jawab saat punya keluarga sendiri. Kehidupan keluarga yang bagus adalah sedini mungkin mengambil sebanyak mungkin tanggung-jawab. Anak mama atau anak papa sebaiknya ditinggalkan saja, sebab lebih banyak buruknya bagi kehidupan sang anak itu sendiri.

11. Adakan Waktu Untuk Saling Curhat
Sungguh paling keterlaluan, jika ortu menyalah-gunakan otoritas dan bentakan mereka untuk menundukkan anak-anak. Jika anak ingin membela diri atau menginginkan sesuatu, biarkan mereka berbicara. Biarkan mereka curhat menumpahkan isi hati dengan bebas, sampai tuntas! Jadikan ini hal yang rutin dan biasa di rumah. Buatlah rumah jadi tempat yang nyaman, tanpa ketakutan atau kuburan pemendam suara hati!

Leave a reply

error: Content is protected !!