Sembilan Sifat Karyawan, yang Dibutuhkan Atasan

Kecemasan akan kehilangan pekerjaan sama artinya dengan lenyapnya mata pencaharian. Rasa khawatir ini adalah hal yang wajar bagi kebanyakan karyawan. Sehingga ada saran begini: jadikanlah diri Anda diperlukan perusahaan tempat Anda bekerja. Sebab ada tipe karyawan yang tidak bisa dilepaskan oleh atasan.

Karyawan yang bisa dipindah-pindah adalah mereka yang sebetulnya tidak dibutuhkan, apa pun alasan pemindahan tersebut. Karena itu penting sekali, bahwa karyawan menjadikan dirinya sendiri sebagai pemecah masalah, yang senantiasa memberi kejutan positif bagi atasannya. Barang siapa yang memahami atasannya, tidak perlu kuatir akan dipindahkan, apalagi sampai kehilangan tempat kerja.

Pertanyaannya kini: apa sih yang ada di benak para atasan? Karyawan seperti apa yang benar-benar mereka inginkan?

Inilah 9 tipe karyawan yang dibutuhkan atasan, di mana pun Anda bekerja!

1. Gemar Belajar
Selalu Aktual
Agar perusahaan mampu bersaing, adalah sangat penting sekali bahwa semua karyawan dan atasan selalu mengikuti perkembangan know-how. Perusahaan yang SDM-nya selalu mengikuti perkembangan teknologi terbaru dan politik personal modern akan punya kesempatan untuk mengoptimalkan omsetnya. Atasan yang dalam timnya ada beberapa karyawan tipe Gemar Belajar ini, bakal punya keuntungan ganda. Satu, dia punya anak buah yang menyandang perusahaan melalui pengetahuannya. Dua, kemungkinan dan kesempatan mengambil profit dari kekuatan pengetahuan (knowledge is power). Rekan sekerja juga bisa mendapat manfaat dari si Gemar Belajar lewat seminar internal. Ini akan menulari setiap karyawan dalam sikon gemar belajar dan perusahaan akan semakin maju.

2. Penolong Saat Kesempitan
Pemadam “Kebakaran” Kantor
Jika ada “kebakaran” kantor alias kekacauan dari berbagai sebab, maka kerap hanya ada kalimat “tanggungan mereka yang di atas, atau beban mereka yang di bawah”. Semua orang saling melempar kesalahan dan tanggung jawab. Pada saat seperti inilah atasan memerlukan karyawan tipe Penolong Saat Kesempitan.

Tanpa bantuan dan dukungan tidak ada satu pun perusahaan yang mampu tumbuh dan berkembang. Kondisi optimal adalah jika karyawan dan atasan saling bantu. Adakah balita yang mampu belajar berjalan tanpa bantuan? Adakah ortu yang tidak berseri-seri wajahnya tatkala menyaksikan sang buah hati bisa berjalan untuk pertama kalinya?

Membantu atasan berarti pula menarik keuntungan bagi diri sendiri. Atau mengumpulkan nilai plus yang pasti akan berguna kelak. Pada karyawan tipe ini sang atasan suatu saat nanti pasti akan (ibaratnya) memejamkan sebelah mata tatkala terjadi pekerjaan yang tidak tuntas karena berbagai sebab. Pekerjaan yang cepat diselesaikan sama halnya dengan memberi waktu luang lebih banyak bagi atasan. Dengan demikian, timbal baliknya, juga ada waktu luang bagi para karyawan. Siapa pun karyawan yang bisa menjalankan pekerjaannya dengan gembira dan tawakal, dia itu murah hati. Alam pun akan murah hati terhadapnya berdasarkan hukum sebab-akibat.

3. Dapat Diandalkan
Hadirnya Nuansa Suatu Kepastian Konstanta
Sebuah tim inti di perusahaan menjamin terciptanya suatu stabilitas yang diperlukan, sebab hanya tim inti yang kompak yang menjamin berjalannya roda perusahaan. Mirip seperti saat membangun rumah, yang diselesaikan terlebih dahulu adalah sang pondasi, baru disusul bangunan lainnya.

Bagi atasan, karyawan yang dapat diandalkan itu bagai emas. Mengapa demikian? Karena ia itu penjaga stabilitas suasana kerja. Atasan dapat membagi beban dengan bawahan yang dapat diandalkan. Atasan dapat menyusun rencana kerja dengan tenang, karena dia punya bawahan andalan. Ketenangan dan kepuasan di tempat kerja akan berimbas positif bagi semua orang.

4. Rajin Tanpa Mengeluh
Berlian di Tempat Kerja
Siapa yang tidak kenal rekan kerja yang satu ini? Dia bekerja tanpa banyak omong. Dia selalu riang dan membuat gembira suasana kantor. Dia selalu ada di tempat dia diperlukan. Bagai tawon dia bekerja untuk membuat madu yang lezat dan siap dinikmati banyak teman. Dia baru puas jika pekerjaannya beres.

Tanpa karywan tipe ini tak ada satu pun perusahaan di dunia yang bisa hidup. Bagi atasan, dia ini merupakan pengurang beban. Karena mampu menyelesaikan tugas bahkan sebelum deadline, mengerjakan tugas khusus, dan menjamin pengalihan tugas yang sudah melampaui termin. Karyawan tipe yang satu ini akan dihargai oleh atasan, bahkan sangat mungkin diberi tunjangan ekstra. Gunanya untuk memotivasi yang lain.

5. Penjaga Aturan
Cemerlang di Setiap Situasi
Di  dunia kerja harus ada aturan yang berlaku. Namun kerapkali ada saja sesuatu yang membuat aturan dilanggar. Contohnya ini: Atasan minta satu pekerjaan lain segera diselesaikan, padahal yang satu ini belum tuntas. Pula ada pelanggan yang menghendaki satu pekerjaan lain ditata ulang. Segera terjadi kekacauan di perusahaan. Atasan segera tahu, ia harus menghubungi karyawan si Penjaga Aturan. Dia ini tahu saja jawaban yang tepat pada situasi chaos! Selama ini dia senantiasa mengumpulkan dengan cermat berbagai kejadian di perusahaan. Dia juga punya jawabannya. Karena itulah atasan menghubungi dia jika ada kejadian di luar aturan. Solusinya tidak selalu sederhana. Hanya masukan yang jelas dan penjelasan yang tepat yang memungkinkan keluarnya solusi hebat. Tanpa adanya aturan dasar tertentu ini proyek perusahaan tidak bakal berfungsi.

6. Sang Kreatif
Jaminan Produk Baru
Jika atasan punya anak buah yang kreatif, yang menunjang kesuksesan perusahaan, maka pamor atasan dalam perusahaan juga pasti ikut naik. Kesempatan untuk naik ke jenjang lebih tinggi. Jadi karyawan kreatif bagi atasan merupakan SDM yang dapat diandalkan. Atasan dan bawahan sama-sama mendapat penghargaan alias win-win solution. Suasana kerja akan menguasai kerja sehari-hari. Tidak hanya di bidang iklan saja kreativitas merupakan faktor penting. Kian banyak perusahaan yang mencari solusi di kalangan SDM mereka sendiri, agar lebih sukses lagi. Seperti bintang film yang mampu memerankan berbagai tokoh, maka bagi perusahaan adalah penting memposisikan diri dalam bermacam situasi pasar.

7. Talenta Berorganisasi
Pengurang Beban Atasan
Pada zaman ini sudah bukan hal jamak jika wanita ada di posisi puncak. Kodrat wanita tetap ada, yaitu urusan rumah tangga, anak, dan suami. Dapatkah kita bayangkan bagaimana besarnya beban yang ada di pundak wanita pada posisi puncak?
Tidak hanya pimpinan pria saja yang menginginkan sedikit pengurangan beban di pekerjaan mereka. Terutama para pimpinan wanita lebih mendambakan hal tersebut. Kadang-kadang mereka pengin sebentar bernafas lega. Jika ada bawahan yang bisa melakukan hal tersebut, maka atasan akan berterima kasih dengan cara mereka. Jika ada karyawan tipe Pengurang Beban Atasan, kita bisa membayangkan kelegaan yang terjadi di jajaran pimpinan. Jika pengurangan itu dilakukan kontinyu, maka akan tercipta kondisi kerja yang harmonis.

8. Bertanggung Jawab
Siap Mengulurkan Kepala
Biasanya karyawan bekerja dan atasan bertanggung jawab. Namun setiap bawahan juga punya tanggung jawab terhadap perusahaan, yakni menjalankan pekerjaan dengan kinerja yang logis. Atasan sangat suka pada anak buah yang bekerja dengan hati. Artinya: hasil kerja yang baik maupun yang buruk diakui sebagai pekerjaan sang anak buah sendiri. Namun ini jangan menjadikan Anda sebagai kambing hitam! Kendati kesalahan kerja seringkali kerap tidak dianggap sebagai kesempatan belajar, namun atasan pasti akan menghargai bawahan yang berani mengakui kesalahan. Hanya jika kesalahan kerja dikenali, dipahami, dan dilakukan cara-cara memperbaikinya, maka perusahaan akan semakin maju. Suatu perbaikan terus-menerus berarti kemampuan bertahan hidup dalam dunia bisnis.

9. Tepat Waktu
Respek Terhadap Atasan dan Rekan
Karyawan Tepat Waktu tidak ragu membantu teman sekerja menyelesaikan tugas. Toh sang rekan tidak ingin orang lain senantiasa menyelesaikan bagian pekerjaan mereka. Barangsiapa memenuhi keinginan ini, akan mendapat balasan yang sama. Rekan sekerja akan puas, karena mereka bisa pulang tepat waku guna menikmati kegembiraan bersama keluarga di rumah. Sang Tepat Waktu itu ibaratnya sama dengan jam berjalan, baik dalam masalah pekerjaan, maupun pribadi. Hal tersebut akan menjamin terjadinya urutan penyelesaian job yang mulus. Jika ini berlangsung kontinyu, maka perusahaan akan tumbuh dan berkembang sehingga mampu membayar gaji para pegawai. Situasi kerja akan berlangsung nyaman dan bernuansa positif bagi semuanya.

Leave a reply

error: Content is protected !!