seri: APAKAH TAKDIR ITU SUDAH DITENTUKAN? (3)

seri: APAKAH TAKDIR ITU SUDAH DITENTUKAN? (3)

Bagian Ketiga: BAGAIMANA CARA MENGETAHUI MASA DEPAN, BERBANTUAN KOMPUTER?

Jawaban untuk pertanyaan kedua, apakah kita bisa memprediksi masa depan, jika ia sudah ditentukan, tidak begitu sederhana. Dalam perjalanan menuju realisasi praktis dari roh semseta, belum dicapai kemajuan yang berarti.

Peradaban manusia sudah mengalami kemajuan teknologi komputer yang luar biasa pesatnya, terlebih selama 2 dasawarsa terakhir. Namun semua kinerja prosesor yang paling canggih pun, atau, jika semua komputer yang ada di dunia tahun 2010 ini difungsikan serentak, tidak akan cukup mampu untuk memprediksi nasib secangkir kopi selama beberapa menit ke depan.

Deskripsi setiap atom cangkir dan cairan kopi saja, jika dicetak di atas kertas ukuran A4, maka tumpukan kertas-kertas itu akan melebihi batasan sistem tata surya kita! Sehingga dibutuhkan kinerja miliaran kali dari seluruh komputer yang ada di muka bumi berdasarkan data atom yang tercetak tersebut. Ini merupakan kesulitan pertama.

Kesulitan kedua. Menghitung atau meramal jitu nasib cangkir kopi beberapa menit di masa depan, tidak cukup hanya mempertimbangkan semua atom sang cangkir saja. Seluruh atom alam semesta juga harus diproses, sebab segenap unsur di alam raya ini saling mempengaruhi. Hanya jika kondisi awal dari seluruh semesta dimasukkan secara bersamaan, barulah hitung-menghitung masa depan dapat dimulai. Ini merupakan suatu hal yang amat sangat tidak mungkin dapat dikerjakan oleh seluruh komputer secanggih apa pun. Bahkan teknologi komputer seribu tahun ke depan pun tidak akan bisa menyelesaikannya. Mengapa? Sebab alam semesta itu berkembang sejak awal diciptakannya. Sampai kapan? Ini pun merupakan misteri semesta!

Rintangan lain secara prinsip adalah mekanika kuantum, yang ditemukan pada awal abad ke-20. Sejak saat itu ilmuwan tahu, bahwa syarat dasar deterministik pandangan dunia Laplace salah. Mengapa? Sebab tak ada satu pun manusia yang mampu memastikan lokasi dan kecepatan partikel secara bersamaan. Nah, kalau syarat kondisi awal alias inisial ini tidak diketahui, maka kelanjutan perhitungan berikutnya juga idem ditto.

Dalam mekanika kuantum setiap partikel materi ditulis sebagai sebuah gelombang. Fisikawan menggunakan apa yang disebut sebagai fungsi gelombang. Partikel akan berkejut demikian rupa jika dia melewati ruang tertentu. Lalu dia akan mampu melakukan hal aneh, seperti menerobos 2 lubang yang terletak berdampingan secara bersamaan. Bagaimana logikanya jika kita yang satu tubuh bisa masuk lewat dua pintu secara bersamaan? Inilah mekanika kuantum dan hal yang aneh tersebut sudah dibuktikan kebenaran ilmiahnya melalui eksperimen di laboratorium!

Fungsi gelombang ini dipakai untuk menggambarkan sifat-sifat partikel sepenuhnya. Dari situ dapat dihitung probabilitas untuk menemukan kembali sebuah partikel di lokasi tertentu.

Ternyata bahwa mekanika kuantum belum mengubur kemungkinan prediksi jitu tentang masa depan. Sebab fungsi-fungsi gelombang mekanika kuantum adalah deterministik. Jika fungsi gelombang sebuah partikel pada saat tertentu diketahui, maka semua fungsi gelombang sang partikel pada semua kemungkinan masa depan juga dapat dihitung. Masa depannya terpeta dengan jelas, dalam wujud berbagai aliran searah. Polanya terlihat seperti jalan satu arah dengan bermacam pertigaan, persimpangan, perlimaan dsb. Singkatnya: semua kemungkinan kejadian di masa depan dari siapa pun dan/atau apa pun terwakili oleh if-then dan/atau if-then-else. Oleh sebab itu, saat sekarang ini, detik ini, merupakan saat terpenting yang menentukan masa depan setiap dari kita! Nikmati hari ini, saat ini, detik ini, sebagai sesuatu yang amat berharga untuk mengambil keputusan. Sebab masa depan kita ditentukan saat sekarang ini.

Hal yang sama berlaku untuk segenap alam semesta, karena semua materi yang tampak dapat dirumuskan oleh fungsi gelombang. Namun ini bakal menjadi sebuah fungsi yang tak terbayangkan rumit dan besarnya. Orang telah mencoba menggunakan super komputer untuk menghitungnya. Bahkan super komputer tahun 2019 yang bakal mencapai kecepatan di satuan Exaflops juga tidak akan mampu. Kinerja komputer tercepat 2019 itu ekuivalen dengan 1 juta triliun (1 dengan 18 nol) per detik! Lebih jauh lagi adalah Erik de Benedictis, ilmuwan informatika pada Sandia National Laboratories (New Mexico, USA), yang sudah membuat rancangan komputer super cepat dalam satuan Zettaflops (1 dengan 21 nol).

Super komputer era tahun 2025 itu bakal mampu, misalnya memprediksi secara tepat ramalan cuaca 2 minggu ke depan. Super komputer masa kini adalah laptop beberapa tahun ke depan, yang bisa kita beli di toko-toko komputer. Tetapi tetap saja super komputer tersebut tidak akan mampu menghitung jumlah atom di alam semesta ini. Singkatnya: berbantuan super komputer paling canggih pun masa depan tidak bisa diketahui.

Bahwa manusia perlu super komputer, tidak diragukan oleh para ilmuwan. Tapi sebaliknya, apakah komputer di masa depan masih memerlukan manusia? Ada kemungkinan bahwa super komputer masa depan yang super cerdas tidak lagi memerlukan manusia, bahkan bisa-bisa menguasai dunia ini. Mirip seperti ulah super komputer Skynet di film Terminator. Dilihat dari rancangan ilmuwan informatika soal kehebatan komputer, maka kecerdasan manusia bakal tertinggal jauh. Ini jika dipandang dari kinerja otak manusia, yang cuma ada di kisaran (maksimal) 10 Petaflops.

(bersambung ke bagian ke-4: Benarkah Manusia Tidak Punya Kebebasan Berkehendak?) – Agustus 2018

Leave a reply

error: Content is protected !!