Rahasia Keberhasilan Negara-negara Skandinavia

Rahasia Keberhasilan Negara-negara Skandinavia

Jerman merupakan negara yang hebat, rakyatnya terjamin dan sejahtera. Namun negara-negara Skandinavia jauh lebih hebat lagi. Apa rahasia kehebatan negara-negara di belahan bumi bagian utara itu? Apa yang membuat negara-negara Skandinavia (Swedia, Norwegia, Denmark, dan Finlandia) makmur dan kaya raya. Padahal agama atau tidak beragama, bebas dianut di sana, termasuk pornografi dan publikasi informasi. Tidak ada kekangan ini dan itu, apalagi pertikaian antar agama. Rumah-rumah ibadah nyaris kosong pengunjung, namun rasa aman tenteram meliputi kehidupan di sana. Dengan tingkat toleransi yang sangat tinggi. Satu lagi: “korupsi” merupakan istilah yang aib dan memalukan bagi masyarakat Skandinavia untuk melakukannya.

Apakah sistem monarki yang dianut di Swedia, Denmark, dan Norwegia yang menjadi penyebab kemakmuran? Ternyata bukan. Raja atau ratu di sana hanya sebagai simbol saja, seperti di Inggris. Namun mereka tetap dihormati rakyat. Keluarga raja sendiri sangat bersahaja dan merakyat. Ini ditunjukkan oleh, misalnya, Raja Carl Gustav dari Swedia yang mengambil isteri seorang pramuria warga Jerman. Pramuria yang menjadi ratu Swedia ini adalah dongeng yang menjadi kenyataan.

Ada enam alasan yang sangat mendasar, mengapa tingkat kebahagiaan, kemakmuran, dan kesejahteraan masyarakat di negara-negara Skandinavia merupakan yang tertinggi di dunia.

Alasan Pertama: Reformasi yang Berjalan Mulus
Sebagai contoh adalah reformasi yang dibuat oleh Denmark. Sistem sosial dirombak besar-besaran dan usia pensiun ditinggikan sampai umur 70 tahun. Sebab harapan hidup rata-rata rakyat Denmark sekarang mencapai 82 tahun. Di Denmark makin banyak rakyat yang bahagia dan sejahtera. Hidup layak terhormat dan terjamin sampai mereka wafat.

Alasan Kedua: Masyarakat Modern
Sikap realistis sangat dipunyai oleh semua rakyat di negara Skandinavia. Mereka sangat mirip dari tutur sapa bahasa, budaya, dan mentalitas. Kecuali Finlandia. Norwegia telah membuktikan, bahwa negara perlu bersikap tegas jika ada keputusan yang harus dilaksanakan. Tahun 2006 misalnya, menteri ekonomi Norwegia (Ansgar Gabrielsen, seorang pria), mencetuskan aturan pemerintah yang mengharuskan jabatan pos pengawas setiap perusahaan diisi oleh minimal 40% wanita. Norwegia adalah negara pertama di dunia yang mengatur kuota jenis kelamin berdasarkan undang-undang. Hasilnya dinikmati rakyat Norwegia bertahun kemudian: bapak rumah tangga juga sama tinggi dan rendah dengan ibu rumah tangga. Menjadi bapak rumah tangga merupakan hal biasa di sana, karena sang isteri menjadi pencari nafkah.

Alasan Ketiga: Negara Skandinavia Tidak Punya Hutang
Perusahaan di Norwegia benar-benar diuntungkan oleh kebijakan gender di level atas, demikian hasil penelitian Dr. Jorunn Okland, direktur sentral riset studi gender di Universitas Oslo. Faktanya juga  menunjang hasil studi ini. Norwegia secara ekonomi ada di peringkat paling atas negara-negara Eropa. Tak ada negara lain yang berlebih devisa seperti Norwegia. Hutang Swedia dan Denmark kurang dari separoh hutang Jerman. Tingkat pengangguran di Norwegia adalah yang paling rendah di dunia. Daya beli rakyat Norwegia 4 kali lebih besar ketimbang Prancis dan 2 kali melebihi Jerman. Perbedaan ini makin bulan makin besar.

Alasan Keempat: Pertumbuhan Ekonomi Lebih Besar
Tahun 2010 silam produk domestik bruto Norwegia naik 6,5%. Demikian pula Swedia. Negara asal grup musik ABBA ini bahkan dipuji oleh sekretaris jenderal OECD, Dr.Angel Gurria, sebagai negara elok yang bertambah makmur. Tahun 2011 pertumbuhan ekonominya diprediksi naik dari 3,9% menjadi 6,9%.
Sesuatu yang hebat bagi negara di dunia dalam kondisi seperti ini.

Alasan Kelima: Mata Uang Sendiri
Negara-negara Skandinavia lolos dengan mulus saat krisis finansial global melanda muka bumi. Fakta yang sangat menunjang kelolosan itu antara lain ialah mata uang sendiri, tidak ikut dalam Euro, kecuali Finlandia. Mata uang Norwegia, Swedia, dan Denmark merupakan salah tiga yang paling stabil di dunia. Gejolak ekonomi apa pun tidak membuat mereka goyang. Sebagian besar rakyat Indonesia yang tidak pernah hidup di negara stabil seperti mereka tentu tidak bisa membayangkan tenangnya nilai tukar mata uang yang mantap. Sebagai gambaran: dalam tempo sepuluh tahun harga satu kilo kentang nyaris tetap sama. Tidak ada harga barang yang naik turun atau naik melulu seperti di sini.

Alasan Keenam: Perusahaan Nasional yang Kuat
Karena hutang negara yang nyaris nihil, politik yang sangat stabil, dan ekonomi yang berorientasi kuat ke ekspor, maka nilai saham skandinavia amat atraktif. Barang siapa investasi pada saham skandinavia, dia bagai masuk ke perusahaan kelas dunia yang posisi pasarnya sangat kuat. Industri farmasi Denmark, Novo Nordisk misalnya, punya bagian 25% pasar diabetika dunia. Di RRC bagian saham mereka malah mencapai 60%.

Leave a reply

error: Content is protected !!