Budaya Tradisional Jepang di Kyoto

Budaya Tradisional Jepang di Kyoto

PENGANTAR
Pusat kota dan bagian selatan Kyoto merupakan sentral bisnis kota ini. Turis akan lebih tertarik pada bagian timur laut dan barat daya Kyoto, sebab di situ berada sebagian besar kuil ternama dan lokasi taman/tempat tradisional Jepang. Kyoto juga sangat terkenal akan kelezatan hasil dapurnya, yang sebagian besar menggunakan sayuran dan ditata mempesona dalam kesederhanaan alami. Kyoto adalah pusat seremonial minum teh dan Ikebana (seni merangkai bunga), serta lokasi kelahiran seni teater Jepang klasik (No, Kyogen, dan Kabuki).

KELILING KYOTO DALAM 1 HARI
Sebetulnya perlu beberapa hari untuk dapat menikmati keindahan Kyoto. Namun kita akan coba melihatnya dalam 1 hari saja. Di stasiun kereta api kita dapat membeli tiket untuk naik bus kota. Harganya 220 Yen sekali jalan, tetapi lebih murah kalau kita membeli tiket yang berlaku untuk 1 hari seharga 500 Yen. Dari stasiun kereta api perlu jalan kaki untuk sampai ke terminal bus. Ada bus yang melewati Kuil Daitoku-ji, paling terkenal dengan taman Zen-nya. Tiket masuknya seharga 400 Yen. Kuil berikutnya yang layak dikunjungi adalah Kinkaku-ji atau Pavilyun Emas. Lalu ada Kuil Ryoan-ji dengan taman Zen-nya. Jangan lupa untuk mengunjungi Istana Nijo, semacam Puri Air karena dikelilingi air dan air. Total ada 23 bangunan di Nijo ini dengan luas keseluruhan mencapai 275.000 meter persegi! Bangunan utamanya, Istana Ninomaru, terdiri dari 33 kamar Tatami (kamar beralas jerami) dan dibangun menggunakan pohon cedar khas Jepang. Menjelang siang masih ada waktu untuk mengunjungi 2 lokasi ternama di Kyoto: Pasar Tradisional Nishiki dan Gion.

PASAR NISHIKI
Jangan terlewatkan untuk mengunjungi pasar tradisional yang sangat terkenal ini. Lokasinya ada di beberapa jalan panjang dan banyak toko di sisi kiri kanannya dengan pintu masuk berukuran mini. Ada yang mengatakan bahwa Pasar Nishiki adalah pasar tradisional paling indah di seantero Asia. Barang-barang eksotik yang ditawarkan diatur dan dijaja rapi penuh seni oleh para penjual di toko-toko kecil mereka. Barang siapa punya selera dan minat besar terhadap makanan spesial Jepang, di sinilah tempatnya untuk mencicipi sepuasnya. Jajanan top dan makanan super kulinaris tersedia untuk setiap jenis perut manusia. Semuanya segar dan dapat dimakan tanpa ragu, namun berhentilah sebelum kenyang sehingga kita masih mengenangnya dengan indah dan manis di kemudian hari. Kyo-Kaiseki (makan seperti seorang kaisar) adalah nama satu set makanan tradisional yang tidak boleh dilewatkan. Berlainan dengan aneka sup bakmi pada umumnya, set Kyo-Kaiseki disajikan dalam berbagai variasi kecil, yang diatur rapi dalam wadah-wadah mini.

GION
Adalah nama lokasi tradisional di Kyoto, umumnya dihubungkan dengan Geisha. Di sini masih banyak berdiri rumah kuno tradisional Jepang. Yang namanya rumah teh, toko-toko kecil tradisional dan galeri seni bertebaran di hampir tiap pelosok Gion. Pesona Gion adalah rumah kayu dan jalanan setapak dari batu gunung, selain sosok Geisha itu sendiri, yang menghibur para tamu dengan kelembutan alami gadis Jepang. Konon masih ada sekitar 1.000 Geisha di seluruh Jepang, 300 di antaranya ada di Gion. Anda bisa membayangkan suatu senja mengikuti upacara minum teh di salah satu kedai di Gion dengan ditemani Geisha. Sebuah pengalaman indah yang tidak akan terlupakan seumur hidup!

Leave a reply

error: Content is protected !!