PRIA IDAMAN (bagian kedua)

PRIA IDAMAN (bagian kedua)

(SEBUAH KISAH NYATA DARI FINLANDIA, NAMA-NAMA PELAKU BUKANLAH NAMA SEBENARNYA)

Paula ingin menghadiri pemakaman Berry. Inilah perbuatan yang setidaknya harus ia lakukan guna memberi penghormatan terakhir pada sahabatnya, pujaannya, asmara terbesarnya. Paula menulis balik ke pengirim email, teman Berry. Di mana Berry akan dimakamkan? Kapan? Kuburan mana?

Paula menulis email demi email. Tak ada balasan. Sekarang Paula merasakan dunianya runtuh. Berminggu-minggu kesedihan dan nestapa jiwa itu tak kunjung reda. Sampai tibalah hari itu. Sekonyong-konyong ada sebuah email yang datang. Dari saudara perempuan Berry. Saudara tiri satu-satunya yang selama ini menjadi penghibur Berry. Namanya Birgit. Ia ingin bertemu dengan Paula. Tidak masalah harus terbang dari London ke Helsinki, lalu naik mobil ke kota Paula. Ada rahasia yang harus ia katakan sendiri. Mengenai Berry.

Tiga hari berikutnya Birgit sudah sampai di rumah Paula. Ternyata Berry belum meninggal. Berry hanya dalam kondisi koma. Antara hidup dan mati. Berry saat ini sedang dirawat pada sebuah klinik mahal. Kondisinya amat kritis. Di mana? Di mana? Tanya Paula. Birgit menyatakan bahwa Paula tidak boleh mengetahuinya. Itu permintaan terakhir Berry sebelum dioperasi. Sayang sekali.

Bahagia, bingung, cemas, dan harapan. Empat perasaan itu berkecamuk dalam hati Paula. Saatnya untuk menetapkan hati dan membulatkan tekad. Ia harus terbang ke London. Ia akan menemukan Berry!

Pada saat inilah ibu Paula bertindak. Ia cemas melihat kondisi anak gadis satu-satunya. Ibu Paula lalu menghubungi Departemen Cyber Kepolisian Finlandia di Helsinki, Divisi Kejahatan Internet. Departemen ini terletak di Jl. Pieni-Roobertinkatu, Helsinki, spesialis menangani segala hal yang berkaitan dengan internet. Maklum ada lebih dari 85% populasi Finlandia yang termasuk netter (internet user) aktif. Segala sesuatu tentang internet adalah makanan sehari-hari rakyat Finlandia. Negara yang amat makmur, sejahtera, aman, dan damai.

Divisi Kejahatan Internet Kepolisian Finlandia punya banyak pakar internet, dan berbagai sarana komputer mutakhir dengan akses super cepat. Dalam tempo dua hari polisi Finlandia sudah bisa melacak segala sesuatu yang berkaitan dengan email Berry. Termasuk teman-temannya.

Bagaimana kebenaran kisah Berry dan Paula?

Ternyata tidak ada yang namanya Berry. Atau teman-temannya. Semua itu adalah ulah Birgit belaka, seorang wanita aneh yang hidup sebatang kara di London. Sejak kecil ia sudah ditinggal meninggal kedua ortunya. Terlunta-lunta menyambung nyawa, membanting tulang kerja serabutan dan tetap tidak sukses. Birgit hidup dari tunjangan sosial dan merupakan sosok wanita di usia 30-an tahun yang sangat kesepian, tetapi cerdas. Pada mulanya ia iseng saja berkelana di chat-room dan berkenalan dengan Paula. Kebetulan hobinya juga sama, melukis.

Birgit lantas menciptakan sosok pemuda palsu, Berry. Begitu pula dengan teman-temannya. Semuanya khalayan belaka. Ia tidak sampai hati melukai perasaan dan hati Paula, melihat sosok keluguan gadis Finlandia ini. Akhirnya ia putuskan, Berry harus mati. Namun ketika melihat sikap Paula yang begitu ngotot ingin menghadiri pemakaman Berry, ia tidak tahan lagi. Ia menghidupkan Berry sekali lagi, dalam kondisi koma. Antara hidup dan mati. Ketika menerima email Paula yang ngotot akan mencari Berry di London, ia sadar betapa selama ini tokoh fiktif ciptaannya akan membuat derita lebih hebat pada seorang gadis lugu. Karena itu ia memutuskan akan mengunjungi Paula dan sekaligus mohon maaf atas segala tindakannya.

Birgit menceritakan segalanya dengan terus terang pada Kepolisian Finlandia, melengkapi hasil pelacakan Divisi Kejahatan Internet Finlandia. Birgit baru menyadari, betapa perbuatannya nyaris menghancurkan hidup seorang gadis.

TAMAT

Leave a reply

error: Content is protected !!