Sembilan Jawaban Terbaik Saat Wawancara (Bagian Kedua)

Sembilan Jawaban Terbaik Saat Wawancara (Bagian Kedua)

Suka atau tidak suka: ada banyak jebakan dalam wawancara saat proses lamaran kerja. Inilah jawaban strategis menghadapi berbagai perangkap tersembunyi saat wawancara demi meraih job impian. Harus diketahui oleh pelamar kerja, bahwa setiap wawancara itu ibaratnya medan perang dan persaingan. Sebuah lowongan kerja umumnya akan diseleksi dari minimal 5 pelamar, bahkan lebih. Saat wawancara merupakan waktu paling menentukan, diterima atau ditolak. Salah satu tematik wawancara adalah mengupayakan agar Anda menyatakan segala kelemahan Anda. Dan Anda sendiri berusaha keras agar kelemahan itu tetap tersembunyi. Sebaliknya Anda harus berusaha agar kehebatan dan/atau kekuatan Andalah yang menonjol. Inilah jawaban strategis terhadap 9 pertanyaan paling berbahaya. Sesuai saran para ahlinya.

Jebakan ke-1: Anda ingin bekerja di sini oleh sebab gaji atau tantangan?
Jawaban strategis adalah begini: tekankan bahwa keduanya penting sekali bagi Anda. Gaji dan tantangan itu sama pentingnya. Sebutkan moto Anda dalam pekerjaan, misalnya “Saya akan berbuat semaksimal mungkin untuk memburu naga, kemudian saya ingin juga ikut mengenyam hasil perburuan naga tersebut”.

Jebakan ke-2: Dalam hidup ini, hal apa yang pernah membanggakan Anda?
Jawaban strategis: Sesuaikan jawaban Anda dengan perusahaan tempat Anda diwawancara. Tentunya Anda harus mengetahui visi dan misi perusahaan, sejarahnya dan sebagainya. Selengkap mungkin. Sebutkan keberhasilan Anda dalam bekerja. Sedapat mungkin mengenai sesuatu yang diinginkan di perusahaan. Seandainya sebuah team-work yang sedang dicari, maka Anda nyatakan saja kesuksesan Anda yang pernah bekerja dan berhasil gemilang dalam sebuah tim.

Jebakan ke-3: Apa saja mata ajaran yang paling sulit bagi Anda saat di sekolah dulu?
Jawaban strategis: Anda pilih salah satu bidang yang memang merupakan kelemahan Anda. Jelaskan bagaimana Anda mengatasinya. Soal olahraga misalnya, kini Anda tahu betapa pentingnya itu bagi kesehatan. Sehingga Anda jadi terbiasa melakukannya, contoh: dengan berenang, naik sepeda pancal, atau lebih memilih jalan kaki naik tangga ketimbang lift. Inti jawaban Anda cuma satu: membuat kelemahan menjadi kekuatan.

Jebakan ke-4: Mengapa Anda sering (atau jarang) pindah perusahaan?
Jawaban strategis: jika Anda termasuk orang yang baru kali pertama ini pindah perusahaaan, jelaskan bahwa Anda secara pribadi telah berulang-kali menemukan tantangan baru. Moto Anda: tetap di perusahaan, tetapi tidak selalu di posisi yang sama. Anda ingin juga naik jenjang dalam berkarir. Perusahaan mana pun tidak ingin karyawannya pergi datang seolah di terminal bus. Jika Anda termasuk karyawan yang kerap pindah tempat kerja, garis-bawahi jawaban Anda soal kualitas Anda yang telah terbukti. Yaitu mengambil keputusan dengan cepat. Jelaskan pula, mengapa job yang Anda minati sekarang merupakan tantangan jangka panjang (“di sini saya bisa menyelaraskan kemampuan saya secara ideal, misalnya….”).

Jebakan ke-5: Di bagian pekerjaan mana Anda ingin mengembangkan diri?
Jawaban strategis: sebutkan salah satu sub-bidang job Anda, yang akan menjadi trend di masa depan. Bidang ini sekarang belum ada ahlinya sehingga belum bisa Anda kuasai. Tapi Anda akan berupaya keras untuk memahaminya pada masa mendatang. Dengan demikian Anda membuat kelemahan jadi kekuatan, yaitu pandangan yang jauh menerawang ke depan. Prediksinya secara ilmiah dan bukan khayalan atau ramalan.

Jebakan ke-6: Bagaimana tempat kerja Anda dulu di perusahaan sebelumnya?
Jawaban strategis: jawablah dengan penuh keyakinan (“Saya tidak pernah berkata di belakang punggung atasan. Jika punya saran, saya selalu langsung menyatakannya pada atasan langsung. Ia kerap berterima kasih karenanya. Sebagai contoh, saya pernah  … begini … dan …begitu…”). Dengan jawabab ini, calon atasan baru Anda akan yakin. Anda tidak suka gosip dan kasak-kusuk di belakang orang. Anda itu orang yang konstruktif dan terus-terang. Inilah yang dia butuhkan!

Jebakan ke-7: Saat di perusahaan sebelumnya , kursus atau pendidikan lanjut apa saja yang telah Anda ikuti?
Jawaban strategis: Jika Anda banyak mengunjungi kursus atau pendidikan lanjut, berikan alasannya sebagai pengembangan pribadi Anda di perusahaan sebelumnya. Lalu jelaskan pula, bagaimana Anda mampu menggunakan pengetahuan baru itu di posisi Anda. Jika Anda jarang ikut penataran, seminar, atau kursus, terangkan dengan gamblang, betapa Anda itu secara autodidak memanfaatkan waktu luang untuk belajar sendiri. Misalnya dengan membaca buku-buku bermutu (sebutkan beberapa buku bestseller yang bukan roman atau fiksi). Ini menunjukkan tingginya motivasi Anda (dan tak membebani keuangan perusahaan).

Jebakan ke-8: Apa yang ingin Anda capai 5 tahun ke depan di perusahaan kami?
Jawaban strategis: jika pada posisi di perusahaan yang Anda lamar tidak ada kemungkinan kenaikan karir, tekankan bahwa Anda ingin lebih menyempurnakan pengetahuan spesifik Anda sesuai misi perusahaan. Jika ada kemungkinan kenaikan karir, jawablah betapa Anda ingin lebih memikul tanggung jawab pada jangka menengah ke depan. Jangan ragu untuk bertanya balik secara cerdas (“Kesempatan karir apa yang dapat Anda atau perusahaan berikan pada saya?”).

Jebakan ke-9: Apa saja kekuatan/kelemahan Anda?
Jawaban strategis: Anda harus menyebut sekurang-kurangnya satu kekuatan Anda, yang cocok untuk dipakai di tempat kerja baru. Misalnya talenta berorganisasi, jika tugas Anda nantinya melakukan perubahan struktur. Jangan lupa menyatakan minimal satu kelemahan Anda, yang tidak dibutuhkan di perusahaan. Misalnya kelemahan Anda dalam berbahasa Rusia, padahal perusahaan tak berhubungan dengan rakyatnya Putin.

Leave a reply

error: Content is protected !!