Darth Vader

Darth Vader

Ia dikenal sebagai tokoh yang jahat luar dalam. Figur kuasa gelap yang sangat besar kuasanya, yang pernah tampil di layar lebar. Darth Vader, ksatria Jedi yang jatuh dalam pelukan iblis di film Star Wars alias Perang Bintang. Para dokter Prancis mengamati perilaku Darth Vader lebih dalam. Hasil diagnosis mereka: Darth Vader menderita apa yang disebut sebagai Borderline-Syndrom, suatu gangguan kepribadian yang parah. Sindrom ini ditakuti oleh setiap orang, demikian ujar ketua peneliti, dr.Eric Bui dari Universitas Toulouse.

Sindrom yang satu ini terlihat dari ungkapan Darth Vader yang emosional, tidak stabil, dan sikapĀ  impulsifnya. Para dokter menemukan adanya 6 kriteria dari total 9 kriteria Borderline-Syndrom yang diakui secara internasional pada katalog DSM-IV. Sebetulnya 5 kriteria sudah cukup bahwa seseorang terjangkiti penyakit kejiwaan ini, yang tidak tampak dari pergaulan kita sehari-hari. Diagnosis para psikiater Prancis tersebut telah dimuat di majalah terkemuka dunia kedokteran: Psychiatry Research.

Saatnya kita memeriksa diri masing-masing, jangan-jangan kita sudah terjangkiti sindrom mengerikan ini. Buktinya? Perilaku orang-orang di jalan raya merupakan beberapa kriteria yang cocok disebut sebagai jelmaan Darth Vader!

Apa itu Borderline-Syndrom?
Merupakan istilah bagi gangguan kepribadian seseorang. Ciri-cirinya: sikap impulsif yang meledak-ledak, tidak mau mengalah, dan tidak punya kestabilan jiwa. Ini mirip dengan sikap sementara orang saat kebut-kebutan, saling kejar, tidak mau memberi kesempatan, melanggar lampu merah, dsb. Kalau dibiarkan akan semakin parah.

Pada gangguan kepribadian yang satu ini terjadi tekanan pada perasaan, pikiran, dan perbuatan. Lama-kelamaan penderitanya cenderung depresif, suka memikirkan hal-hal negatif, dan tak segan melukai diri sendiri. Bunuh diri adalah puncaknya.

Apa itu Katalog DSM-IV?
Ini adalah istilah suatu sistem klasifikasi dari American Psychiatric Association, yang menyatakan Borderline-Syndrom sebagai berikut: sebuah pola mendalam dari ketidakstabilan seseorang pada hubungan dengan sesama manusia, mengganggap diri sendiri superior, hebat, dan cenderung meledak-ledak secara emosional. Awalnya sindrom ini mulai ada saat seseorang menginjak usia dewasa, sekitar 25 tahun, namun bisa juga saat pubertas. Manifestasinya ada di berbagai bidang kehidupan.

Minimal 5 dari 9 kriteria di bawah ini yang harus ada, sehingga seseorang dikatakan terkena sindrom mengerikan tersebut:

1. Berupaya sangat keras supaya tidak dibiarkan sendirian, kendati belum tentu keaadaan sebenarnya seperti itu.
2. Punya pola yang tidak stabil, namun intensif pada hubungan dengan sesama, yang tampak dari perubahan sikap ekstrem antara idealitas dan yang tak punya nilai.
3. Menderita gangguan identitas: potret diri yang tidak stabil dalam waktu yang relatif lama.
4. Gampang impulsif pada minimal 2 bidang potensial, misalnya pengeluaran uang tak terkontrol alias gampang membeli barang tanpa pikir panjang, seks yang tidak terkendali, berkendara tanpa peduli keselamatan orang lain, makan yang terlalu sedikit atau berlebihan.
5. Percobaan bunuh diri yang berulang-ulang. Ancaman atau menunjukkan tanda-tanda akan bunuh diri, atau tidak segan melukai diri sendiri.
6. Ketidakstabilan afektif akibat aktivitas sikon, misalnya gampang marah, emosional, dan mudah cemas (tanpa sebab yang jelas).
7. Perasaan kronis terhadap ketiadaan atau kekosongan.
8. Sering marah yang meluap-luap dan sulit mengontrolnya.
9. Idenya cenderung paranoid karena beratnya beban kehidupan yang dirasa berlebihan.

Dari mana Seseorang Bisa Terkena Borderline-Syndrom?
Para pakar mendapati, bahwa asal-muasal penyakit ini dari kondisi dan keadaan keluarga saat balita sampai menginjak remaja. Karena itu penting sekali bagi para ortu untuk membuat suasana rumah yang harmonis. Janganlah membawa-bawa stres di pekerjaan ke rumah. Pekerjaan cukup sampai di pintu keluar perusahaan dan/atau kantor saja. Tinggalkan di sana. Rumah adalah sorga bagi keluarga.

Lingkup pergaulan anak juga merupakan sumber Borderline-Syndrom. Amati ucapan anak Anda. Darimana asalnya umpatan dan kata-kata kotor yang begitu mudah keluar dari mulut anak Anda? Padahal jelas-jelas Anda tidak mengajarinya. Ini pasti dari lingkup pergaulan anak Anda. Jauhkan dia dari lingkungan teman-temannya yang suka mengumpat, berkata-kata kotor, atau hobi menonton video porno. Tidak usah ragu untuk mengecek semua video di handphone anak Anda! Biasanya anak-anak rusak semacam itu berasal dari keluarga yang broken-home. Jangan sampai anak Anda tertular. Jangan ada calon bajingan di rumah kita!

Leave a reply

error: Content is protected !!