Cuci Otak

Cuci Otak

Berbagai kasus cuci otak menjadi topik hangat. Konsep dari manipulasi secara psikologis ini mampu mengubah seorang penakut jadi pemberani yang tidak takut mati. Prof. Margaret Thaler Singer dari Harvard University pernah melakukan studi intensif tentang apa dan bagaimana cuci otak itu. Konon hampir setiap orang dapat dicuci otaknya. Yang paling gampang adalah ketika orang ada di saat puber, yaitu kaum remaja seperti siswa SMA dan/atau mahasiswa. Tidak heran kalau mereka menjadi sasaran empuk.

Prof. Singer membagi beberapa jenis pencucian otak, mulai dari yang etis sampai yang brutal:
1. Pendidikan. Ini merupakan penyampaian pengetahuan yang tidak untuk mengelabui, tapi justru menuntut pengembangan diri seseorang. Umumnya dalam pendidikan yang sebenarnya diberikan kaidah dan nilai toleransi terhadap pandangan lain.
2. Iklan. Tujuannya untuk menjual barang/hal tertentu. Dapat diterima atau ditolak. Namun di alam bawah sadar manusia, bayang-bayang tayangan iklan tersebut tetap bercokol.
3. Propaganda. Biasanya bernuansa politik atau agama. Massa dipengaruhi secara publik berbantuan otoritas atau tokoh tertentu. Umumnya membesar-besarkan sesuatu dan menjelekkan lawan. Tidak etis.
4. Indoktrinasi. Inilah pencucian otak yang bertujuan menanamkan nilai-nilai tertentu. Kerap dipakai oleh sistem yang berkuasa dengan tindakan disipliner.
5. Pengontrolan kesadaran (thought reform). Merupakan cuci otak sejati. Mengubah manusia secara permanen tanpa mengusik pengetahuan mereka. Menjadikan manusia bak robot sehingga mau melakukan apa saja.

Teori Cuci Otak
Bermula di negara-negara otoriter seperti negara tirai besi di Eropa dulu, yaitu mantan negara komunis binaan Uni Soviet. Tahun 1975 PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) mempublikasi metode cuci otak berbantuan teknik-teknik psikologis di buletin mereka, Nr.3452 tanggal 9 Desember 1975.

Ungkapan cuci otak bermula dari bahasa Inggris “brain washing” saat perang Korea tahun 1950. Istilah “brain washing” ini diadopsi dari bahasa Mandarin “xi nao” (xi=cuci, nao=otak). Nama ilmiah dari cuci otak adalah mentizid yang berarti hilangnya sebagian atau seluruh kepribadian seseorang.

Percobaan pertama yang menerapkan metode cuci otak adalah saat Joseph Stalin “membersihkan” lawan-lawan politiknya antara tahun 1936 sampai 1938. Metode abad pertengahan yang kejam pun dipakai. Di Tiongkok cuci otak digunakan keika berlangsung Revolusi Kebudayaan tahun 1966 sampai 1976. Puluhan ribu cendekiawan, profesor dan mahasiswa, dipaksa untuk bertani di desa-desa.

Metodenya
Inilah metode yang dipakai melemahkan dan/atau melenyapkan kesadaran dan kepribadian seseorang, sehingga bisa dikontrol dan diperintah sesuai tujuan:

Narkoba.
Ventilesi Hiper. Umumnya dengan menimbulkan suara hingar-bingar atau rekaman teriakan yang disetel sangat keras dan terus-menerus.
Pengulangan Gerakan. Biasanya dengan iringan musik monoton dan gerakan yang diulang-ulang.
Pelenyap atau Pemati Rasa (deprivati sensorik).
Mengubah jadwal tidur dan makan. Ritmus waktu tidur dan makan diubah secara radikal. Waktu tidur dikurangi secara drastis.
Manipulasi tubuh agar tidak merasakan sakit.
Membangkitkan rasa cemas dan kuatir.
Cara-cara teknologi (dalam satuan Terahertz).
Hipnotis yang disalah-gunakan (gendam).

Manusia yang telah dapat dikontrol itu umumnya tidak menyadari kesalahan perbuatannya yang bisa merugikan atau membahayakan massa. Bagi mereka tindakannya itu sangat benar. Bagi mereka agamanya adalah yang sejati dan yang lain kafir. Pelaku bom bunuh diri misalnya, sangat meyakini bakal langsung masuk sorga. Ketika bom meledak dan tubuhnya hancur, mereka yakin akan langsung ada di pelukan para bidadari.

Leave a reply

error: Content is protected !!